Sabtu, 17 Desember 2011

Ajal Lelaki Buaya

Tubuh lelaki itu nampak mengejang. Setelah sebulan yang lalu ia terkulai lemas diatas pembaringan usai menuntaskan hasratnya dengan istri ke tiganya yang baru saja ia nikahi secara siri.
Nampasnya mulai terputus-putus, dua bola matanya nampak cekung dan memancarkan sebuah ketakutan yang luarbiasa. Bicaranya yang telah gagap terdengar terbata-bata, sehingga wanita paruh baya yang dinikahinya sewaktu miskin dulu dibuatnya panik.

” Hay manusia lalay, aku akan keluar dari ragamu, setelah ke sembilan temanku lebih dulu dariku. Aku akan membawa ruhmu kepada Tuhanku Yang Maha Agung, dan meleparkan jiwamu ketempat terendah, karena aku jijik denganya.

Mata lelaki itupun terbelalak seketika, mulutnyapun menganga dan nafasnyapun berhenti bersamaan keluarnya sosok yang hanya dia sendiri yang tahu.

” Bapak, bangun pak, sadar pak, ibu di sampingmu pak, bapak, pak…!
Wanita paruh baya itupun memeluknya penuh kasih, dan tangan kananyapun mencoba menutup mata lelaki yang berkali-kali menyiksa batinya selama ini. Dan sesekali ia seka air mata yang tak dapat ia bendung lagi.

¤¤¤¤¤
istri pertama adalah cinta sejati yang benar-benar tulus mendampingi.

Banjarbaru 181211
bvb

Hitam

Kucing kucing hitam bergerilya mengitari malam
matanya tajam menikam setiap gerak gerik yang menarik
sembilu di dalam kalbu
mengiris pilu

Suara jangkrik temani sepertiga malam sang sufi
bersama bayu dan genitnya kemerlip bintang dilangit
merah merona kornea sang sufi
kucing hitam masih setia menanti mangsa

Safar

Mengajak setan berpatroli didalam kepala
menggerogoti dada sang sufi
memakaikan baju merah yang merona
sang sufi hanya diam kepada hitam

Pasrah...

Tak berarti jiwanya menyerah
menyandarkan kisahnya kepada sang kuasa semesta
tiada tambahan metafora
hanya mengembalikan dan menguraikan benang merah dari semua kisah

Kucing hitam masih setia

Tiada tikus belalangpun jadi
dengan kukunya yang panjang siap menikam
duduk disamping sang sufi
menggeliat manja sambil berdoa bersamanya

Bukan gelisah
tapi menggeliat manja
bukan bercinta
tapi menyetubuhi cintaNYa

Jadi....
ya begitulah adanya
tak banyak rima
apalagi metafora tanpa makna

==================

by boil

Jumat, 16 Desember 2011

Reni Nama Gadis Itu




Kemanakah si kumbang jantan
setelah madu dari kelopak telah puas terhisap
sedangkan sang bunga sudah tak lagi merekah
namun hijau daun senantiasa hiasi tangkainya
*****
Reni nama gadis itu. Kini matanya selalu berkaca-kaca kala benaknya membuat dadanya terasa sesak dan perih. Tatapnyapun selalu menerawang jauh mencari tahu dimana kini pujaan hatinya berada, setelah beberapa waktu lalu dia berikan segalanya padanya.
Matahari sore telah semakin beranjak menuju peraduan. Namun gadis itu masih gelisah dan terkadang rasanya terkuasai amarah yang membuncah.

” Duhay pujaan hatiku, aku disini teramat bimbang memikirkanmu. Kenapa kamu pergi duhay lelakiku, apakah kamu masih sebagai lelaki setelah kehormatanku aku beri.
Gadis itu semakin tak dapat menguasai beban yang semakin menyesakan dadanya. Sesekali ia pandangi sebilah pisau yang sedari tadi digeletakan ibunya usai memetik buah di pekarangan tempat ia melamun kini. Nafasnya terdengar semakin berpacu, benaknya dipenuhi suara-suara yang membuatnya semakin tak terkendali.

Tak berapa lama gadis itupun berdiri dari kursi kayu, iapun mulai melangkah mendekati sebilah pisau yang tergeletak diatas meja. Diambilnya pisau itu, namun belum sempat ia menggorokan kelehernya, tiba-tiba seorang lelaki paruh baya memegang tanganya. Gadis itupun meronta-ronta takaruan, ia mencoba memberontak dari cengkraman tangan kekar yang menahanya. Namun tubuhnya yang mungil itu tak berdaya melawanya. Pisau di tanganyapun telah berpindah tangan dan segera dibuang jauh-jauh oleh lelaki itu.

” Reni, sadar nak sadarlah nak! Apa yang telah kau lakukan, sadarlah nak, sadar nduk…istighfar…
Namun gadis itu hanya bisa menangis keras, dan sesekali iapun teriak, hingga suaranya mengejutkan sekitarnya.

” Menangislah nak, teriaklah, asal jangan kau akhiri hidupmu. Pamanmu akan mendengarkanmu, lihatlah nak, ibumu juga menangis. Apa kau tega meninggalkan ibumu sendirian dengan tangisan. Sudahlah nak, paman akan membantumu menemukan lelaki itu.

Perlahan gadis itu melemahkan nada suaranya, ia pandangi wajah sang ibu yang terduduk lemah bersandar sebuah pada dinding ruangan yang telah kusam warnanya. Ia seka air matanya dan berjalan perlahan menuju pelukan sang bunda yang penuh cinta.

¤¤¤¤¤ tamat ¤¤¤¤¤
ketika asmara telah menyapamu, cobalah buka kedua mata dan telingamu, agar kebodohan tak seirama dengan tindakan.

Pinggir trotoar bjb 17-12-11
bvb

Senin, 12 Desember 2011

Bapak








bapak,

” aku takut bernyanyi”
sebab suaraku teramat sumbang.
kemarin saudaraku telah bernyanyi bapak,
tapi suaranya teramat merdu dan mendayu,
dan diapun juga mati oleh si tuli…

bapak,

aku teramat takut,
takut karena kebuta dan tulian mereka,
bahkan takut karena kutuli dan butaanku tentang suaraku sendiri.

bapak,

indonesia ini pak,
agh, aku tak tau lagi…?!

hutan pinus bjb 12 – 12 -2011
boil

copas from my wp

Minggu, 11 Desember 2011

Tuan dan Nyanya Kami Bertanya

Tuan dan Nyonya

Tolong bantu aku tentang bingungnya kami
Banyak yang teriak tentang getirnya Negeri kami

Tapi kenapa dan kenapa hanya nyaring memekakan telinga saja
Apakah teriakan mereka tulus untuk sebuah harga yang semakin tinggi

Atau lantaran mereka mewakili sang ketua yang teramat rindu duduk di kursi
Tong kosong nyaring bunyinya

Yang teramat keras bersuara mungkin paling banyak makanya
Atau sedang lapar

Lantas kepada siapa kami akan percaya
——————-
indonesia 11 desember 2011

dari yudi muliantoro untuk trotoar production

Sabtu, 10 Desember 2011

Negeri Gerhana

Duhay paduka raja.

Aku tuliskan beberapa patah kata untukmu.
Di bawah purnama usai gerhana yang berair.

Tentang jangkrik yang mati kelaparan di padang rumput nan hijau.
Tentang para punggawa yang mengkambing hitamkanmu setelah onani bersama saudagar berdagu lonjong.

Sungguh malang nasibmu paduka.
Istanamu adalah neraka.
Kenapa kau masih senang murung disana?

Sedangkan kedekilan kami semakin tak terkendali, bahkan baru saja salah satu generasi bakar diri.
Kami semakin frustasi paduka.
Apakah negeri kita akan selalu gerhana?!

---------------------------------
Pinggir trotoar 111211
boil

from my wp

Kamis, 08 Desember 2011

Teror sang Hujan




hujan…
rinaimu menakutkanku,
saat diam menatap ramai yang menghimpit bisu,
diantara himpitan dan bising jalanan.
dan kami, menikmati tirta berkubang sampah…?!
agh, hujan ini begitu mesranya mengecup gelisahku dan menggerayangi takutku.
sebab penasaran telah begitu berleha-leha bersama gemerlap mimpi tentang kota kota.
siapa yang salah ?

Rabu, 28 September 2011

Kering Kerontang

kering kerontang pekaranganku
padang ilalang menjadi debu
haruskah aku hanya diam membisu
atau kusematkan saja hausku pada sebongkah batu

sebilah belati bertetesan darah
namun tajamnya tetap terkalahkan lidah
karena tuturku mengoyak resah
kenapa aku teramat suka membuatmu marah

kepada rerumputkan
kutanyakan kabar tentang hujan
kepada dedaunan
aku bercerita tentang nostalgia tubuh yang kebasahan

kering kerontang
tanah gersang
pikir tak tenang
jiwa semakin malang

hanya harapan kepada mega yang berkejaran
sudi kiranya membawakan segerombolan hujan
dan akan kunanti sampai pada saat kedatangan
sebelum seisi jiwa bersiap akan kepulangan

semoga gelap
meneteskan air kepada pengap

————————
september yang terik pada hari ke 28 tahun 2011
by
boil

Selasa, 27 September 2011

Secangkir Kopi Pahit

telah dituangkan secangkir kopi hitam untuku
diiringi sebuah tembang yang melantun syahdu
namun sedikit pilu
sebab kopi hitam masih terasa pahit di lidahku

mulutku hanya bisa menganga
merasa-rasa yang ada dalam dada
tak bisa aku bercerita
sebab romanku terukir tanpa aksara

aku sering bertanya tentang tembang cinta
yang cabangnya melengkung kedalam air dibawah sana
mengapa kopiku masih pahit terasa
padahal sudah kuseduh dengan beberapa sendok gula

detik-detik seakan tertawa
menyaksikan kedua mataku yang menatapnya
tak ada yang dapat menuntunku yang nyaris buta
namun kucoba menembus ruang dan waktu tuk meraihnya
mencoba tanggalkan jubah yang menggerahkan tanya
dan meraih malamku tuk sebuah keindahanya

lebur manisku
bersama pahit kopi hitamku

——————————————————
banjarbaroe 270911

Sebuah Puisi

bias wajah ayumu mendekap jantungku
putih bersinar membuatku semakin rindu
sorot matamu yang sedikit sayu ceritakan sesuatu
tentang sebuah masa lalu dan hari depanmu

kita duduk berhadapan di hijaunya hamparan
ditemani burung-burung yang berkicauan
saling bicara dan beradu tatapan
lalu kita bercerita tentang sebuah keindahan

tentang sebuah sungai yang mengalir di pekarangan
lalu kita nikmati semilir angin yang menyejukan
menyapu gundah kita dan menggantikanya dengan ketenangan
saling tersenyum dan terkadang tertawa setelah menyikapi pandangan

tiada lagi terasa kaku di urat leher kita saat bicara
rasa panas di kepala kita
dan kerasnya suara kita yang memekakan telinga
hanya ada suka cita dan saling jaga diantara kita
—————————————-
by
boil

Selasa, 20 September 2011

Demi Kelamin

mata menganga
terjerat paha
otak menghasut
bertanya tentang kancut

aghh…

nurani mulai mengkerut
naluri terkejut
libido menyambut
malaikatpun disikut

demi kelamin
isi dada sudah tak amin
———–
trotoar bjb lupa tgl berapa ya?
Bvb


Sang Penghibur by Padi


setiap perkataan yang menjatuhkan
tak lagi ku dengar dengan sungguh
juga tutur kata yang mencela
tak lagi ku cerna dalam jiwa

aku bukanlah seorang yang mengerti
tentang kelihaian membaca hati

ku hanya pemimpi kecil yang berangan
tuk merubah nasibnya…

oh.. bukankah ku pernah melihat bintang
senyum menghiasi sang malam
yang berkilau bagai permata
menghibur yang lelah jiwanya
yang sedih hatinya
yang lelah jiwanya
yang sedih hatinya

ku gerakkan langkah kaki
di mana CINTA akan bertumbuh
ku layangkan jauh mata memadang
tuk melanjutkan mimpi yang terutuh
masih ku coba mengejar rinduku
meski peluh membasahi tangan
lalah penat tak menghalangiku
menemukan bahagia

o… o…
bukankah ku pernah melihat bintang
senyum menghiasi sang malam
yang berkilau bagai permata
menghibur yang lelah jiwanya
yang sedih hatinya
yang lelah jiwanya
yang sedih hatinya

yang lelah jiwanya
oo..
bukankah ku bisa melihat bintang
senyum menghiasi sang malam
yang berkilau bagai permata
menghibur yang lelah jiwanya

bukankah hidup ada PERHENTIAN
tak harus kencang terus berlari
ku helakan nafas panjang
tuk siap berlari kembali…
berlari kembali..
melangkahkan kaki
menuju cahaya

bagai bintang yang bersinar
menghibur yang lelah jiwanya
bagai bintang yang berpijar
menghibur yang sedih hatinya

Tragedi Burung Negeri

empat puluh enam tahun yang lalu
mereka berdarah
nyawa mereka muntah
tangisan-tangisan terdengar pilu

tujuh orang pemimpin mati
dan menyusul dua lainya
biadab
satu bocah terkapar menggelepar

terpancung si burung negeri
tapi tidak mati
karena para pecinta masih berbakti
walau dusta dibalik tragedi

setengah tiang
kini tinggal kukenang
sebab hatiku masih selalu bimbang
karena setan masih mengangkang

aghhh…

senandung pintaku tuk negeriku
semoga dan semoga selalu semoga tuk hari baru
demi darah para pecintamu
demi jiwa-jiwa yang terus merindu biru

——————————————–
salam jass merah
bvb

Di Bawah Yang Mengangkangiku

Malam ini aku persiapkan satu gelas kosong
seperti biasa seperti malam-malam yang telah berlalu

Dengan mata yang masih berkaca-kaca menatap langit yang mengangkangi pandanganku
sungguh aku teramat kecil dan hina
Jam dinding masih bernyanyi sambil berlari pelan
walau begitu aku tak mampu mengejarnya
karena degub jantungkupun selalu begitu sama persis tiap denyutnya

Gelasku masih kosong
lusa lalu telah kutelan habis dan memprovokasi pencernaan dan rongga dadaku
berharap bisa kuresapi tuk lemparkan dustaku yang enggan tuk minggat di samping paru-paruku

Langit masih mengangkangiku
dan aku dapat mengintip jelas bulan dan bintang di selangkanganya
sungguh indah rupanya

Gelasku masih kosong
dan akan kutunggu hingga ada yang menuangkan sesuatu yang baru bagiku
walau hanya beberapa tetes arakpun tetap akan kureguk juga
tanpa malu-malu…hinggaku menemukan madu…

~~~~~~~~~~~

banjarbaroe 20-09-11
bvb

Sabtu, 17 September 2011

Sebuah Pengakuan

Aku adalah udara kotor
yang memasuki celah-celah sempit ruang pengap
lalu bergerak bebas dan mengkotaminasi nafas-nafas letih yang merintih
Terkadang aku ingin menjadi pijar lampu namun aku hanyalah kotoran yang teramat pilu

Aku adalah berwarna hitam
yang duduk bersandingan dengan para pendeta dan ulama
aku menjadi mereka dan tanpa menutupi noda-noda
Terkadang aku ingin menjadi sebuah lukisan
walau hanya sebuah abstrak pandangan
tapi aku menyadari bahwa aku hanyalah udara kotor kehitam-hitaman

Kini aku telah kejutkan oleh malam yang hujan
aku dibuatnya takaruan hingga kiniku teramat rindu sebuah kepulangan

---------------------------------------------------------------------
bjb 170911 bvb

Pelacur H.L

” Mas-mas, yang paling pojok kanan itu siapa namanya?
” Yang mana mas?
” Itu loch, yang dalam etalase, yang pake celana pendek, tangtop biru, siapa ya namanya…
” Och, itu Maelin, mau yang itu ya mas?!

Sejenak lelaki tambun setengah baya itupun nampak diam setengah berpikir. Tak berapa lama senyumnyapun terkembang kembali pada sosok pria tambun disampingnya.
” Hmmm, high kualitykan mas?!
” Hahahaha, pastilah pak, kalau dalam etalase itu, ibarat media, High Line dong.
” Hmmm, antar kekamar saya ya, ni alamat hotelnya plus Dp, sisanya nanti.
” Longtime ya…
” Yoi…nih tip buat anterin ke hotel, oke, saya tunggu
. ” Siap gan, bereslah, secepatnya.

Semakin tinggi malam semakin menambah riuh suasana lokalisasi kelas tinggi itu. Wajah-wajah cantik dalam etalasepun telah berganti yang lebih segar dan membangkitkan gairah lelaki. Lelaki tambun semakin sibuk menerima dering pemesan dari celulernya.
” Ya halo bos, gimana kabarnya, bisnisnya lancarkan di kalimantan…
” Yoi, pastilah, kalau gak beres buat apa nelpon situ, hehehe…
” Hahahaha, capcaylah…
” Ada yang baru, kalau bisa yang hilir mudik di tv lah, high line, hehehe…
” Hahahaha, capcaylah itu, asal cocok senggolanya, kan seleb bos…

Suasana perbincangan mereka semakin nampak serius. Sang pria tambun semakin tersenyum sumringah dibuatnya.

” Gimana kalau sistem pertiga bulan bos, soalnya doikan biasa dikontrak bos.
” Hmmm, atur aja dah, maunya berapa?
” Biasanya sih doi mintanya 500 jeti bos, itu semua sudah termasuk ppn dan ongkos tiket, hehehe…
” Yuhuu, yang High Line di tv ya, bukan di etalase…
” Capcaylah, kecewa uang kembali. ” Seperti biasa, saya transfer Dp dulu, besok kamu atur keberangkatanya, oke?! “Oke bos, capcaylah…

————------------------------------------------------------------
cuma cerita iseng tentang prostitusi berkedok kawin kontrak dikalangan selebriti ti ti ti…
Sekian dweh boil

Reka-reka Hari

Ilalang menari kesana-kemari mengikuti terpa sang bayu
aku masih serahkan diriku pada sebatang tiang yang kupegang erat
sedangkan langit sedikitpun tak ada tanda tuk cerah
dan nyaliku nyaris tuk rebah

harapku masih menunggu rinai hujan yang telah beri isyarat
menari-nari diatas padang ilalang
menunggu matahari membawakan segaris lukisan berwarna-warni
sebab indahnya buatku mengerti tentang diri

hari ini adalah untuk hari esok
dan hari ini sebuah hasil dari kemarin
sebagai eligi si pujaan hati bernama illahi


----------------------
yudi feat boil


Jumat, 09 September 2011

Buat Calon Haji

Iseng-iseng lewat asrama haji,wuah ternyata rame banget yang mau pergi ketanah suci.

Namun ada sesuatu yang janggal seteleh saya berhenti disitu.Ternyata halaman asrama banyak pedagang kaki lima dan pengemis yang memanfaatin momen para keluarga yang mengantar.
Jadi inget pesan Mr.Jack,mantan residifis berdarah dingin yang udah tobat.
"Sebelum kamu berhaji,sudahkah kamu memuliakan kedua orang tuamu..?
-Sudah pulakah tetanggamu yang hidupnya pas2n/miskin dan papa kau santuni.
-Keluargamu yang susah,sakit,cacat kau bahagiakan.
Dan anak-anak serta anggota keluargamu dalam satu rumah,apakah tidak sedang menanggung beban hutang kepada orang lain?
-Sudahkah kau meminta maaf atas perselisihan dengan orang di sekitar kehidupanmu?

Ini semua guna kebaikanmu dalam menunaikan rukun islam yang ke lima secara sempurna.
Karena rukun yang kelima tersebut berbunyi,"Naik haji bila kau mampu.
Yang di maksud dari kata mampu yaitu,"mampu secara lahir dan batin,yang mana maknanya ada sekitar kita,yaitu sebagaimana yang telah di terangkan di tulisan di atas.

Semoga para calon-calon jemaah haji,bukan termasuk golongan yang merugi/berhaji hanya untuk titel dan gengsi saja.
Dan semoga bisa menjadi haji yang mabrur...amin.

ALLAHU ALAM BISAWAB...

WASSALLAM
bvb.

Kamis, 08 September 2011

Tapak Jiwa

tapak cinta berbias cahaya
terkias hati yang fana
terkuaklah rasa membungkus mata
lebur sangkala belenggu jiwa

kini aku dahaga iba darimu wahai sang penyejuk jiwa
tapak demi tapak kian terasa
dikala seribu harap kian menerpa

gurun sahara jadi biasa
padang safana itu takan mampu bermakna
hanya rangkulan kasih dan pelukan sayangmulah jawabnya

duhai duka
bilakh kau pergi lupakan semua
biarkanlah kini aku bebas dalam genggamanya
menuju damai kasih darinya selamanya


----------------------------
mustakim tilabah 080911
syech abdul maliki

Ibarat Syair

kehidupan itu ibarat syair
banyak warna yang memaknai di dalamnya
namun siapakah yang sanggup menggapai kesejatianya
Dia ya hanya Dia jawabnya
hai manusia…
sudah cukupkah kau yakini warna asamu
ingatlah, isi otakmu hanyalah sematan Karsa dari-Nya
tetaplah kau dalam Qudrat-Nya

—————-
Mustakim Tilabah 080911
salam

Mimpi

aku pernah bermimpi
di padang rumput ilalang
berjelaga dalam kepayahan yang lelap
lalu ceria di alam mimpi

mengecipakan kata demi kata dalam sungainya
lalu menari-nari dalam ceritanya
hingga ke enggan tuk terjaga
mungkin berharap selamanya disana





Rabu, 07 September 2011

Kita Semua Peneliti

Suatu hari saat saya sedang duduk santai di bawah pohon yang terletak di taman kota. Saya mencoba mengamati orang-orang yang sedang bersantai disana sambil sesekali saya jepret mereka dengan kamera handphone saya. Tak lupa sebuah memo saya keluarkan dari dalam tas untuk sekedar menggoreskan unek-unek di kepala ini.
Saat sedang asik-asiknya mencorat-coret memo, saya dikejutkan oleh seseorang yang datang tiba-tiba disamping saya < mirip jelangkung, datang tak diundang pulang tak dianter >.

” Mas, anda penulis ya?
” Hehehe, bukan Pak, cuma corat-coret aja kok.
” Pasti anda seniman, tuh rambutnya gondrong.
” Wuaduh, bukan eh Pak, cuma gak sempat ketukang cukur, hehehe…
” Hmmm, kayaknya anda ini seorang ustad atau kyai, soalnya ada tasbih yang anda kalungkan, ya kan?!
” Halagh, kyai gimana toh Bapak ini, lha wong sholat aja saya masih nyontek pak, bisanya baca bismillah terus alhamdulillah, hehehe…
” Ups, iya ya bukan, soalnya celana anda bolong tuh, mana mungkin ya anda orang yang alim tapi penampilanya gak karuan begitu, mana mungkin!
” Maaf Pak, sampeyan ini peneliti ya, hehehe…
” Oghh, bukan mas, saya sudah terbiasa menilai orang secara mendetail, sebelum saya berteman mas, soalnya saya orang baik mas.
” Owhh, sangat detail ya Pak ?
” Pasti !
” Tapi sedari tadi saya lihat sleting celana bapak terbuka tuh Pak, hehehe…

Sekian aja deh, hihihi
Salam peneliti koplax

Selasa, 06 September 2011

Do'a Si Pendusta

Ada kalanya kita berdo’a
namun bilakah kita panjatkan puji syukur pada-Nya
sebagai pelepas dahaga disaat hati terperih rindukan Cinta

Duhay jiwa yang papa
sanggupkah nian menatap wajah-wajah bias terbelenggu dosa
yang tanpa malu bersimpuh memelas ridho-Nya

aghh, dasar pendusta

¤¤¤¤¤
mustakim tilabah 070911
bvb

Semesta Kecil



aku adalah partikel debu, aku juga adlah angin yang berhembus, akupun bisa menjadi siang dan malam, atau mengepak-ngepakan sayap menjadi seekor merpati yang menari-nari di cakrawala sepanjang hari.


aku bisa saja menjadi guruh yang debarkan jantungmu, lalu menjadi hujan yang menggerimis, akupun bisa menjadi secangkir kopi hitam yang bisa kau nikmati dikala penat menggerayangi pikirmu.

karena aku adalah semesta kecil...

mustakim tilabah 070911
bvb

Nyai...nyai

Nyai...
Badanku sedikit bau di pelototin matahari.
Dan aku sudah mulai malu dengan si lirih nurani.
Sudah lama aku duduk disini nyai...
Menanti senyumanmu dan wangi tubuhmu yang telah mencuri hati.

Nyai...
Canda kita kemaren lusa membuat tercela.
Sebab tetangga kita sedang berduka karena buaya.
Tapi kita malah asik bercinta seenaknya.
Duh, sungguh aku telah berdosa.

Nyai...nyai...
Sigaran jiwo yang telah lama membuat murko.
Walau kutahu dirimu bukan bagian molimo.
Sebab dirimu tak seperti buris rowo.
Karena dirimu ya sigaran jiwo soko seng kuoso.

Nyai...nyai...duh.

Minggu, 04 September 2011

Main Kata

Mata melirik, jemari menari-nari mengikuti intuisi yang bersenda gurau dengan lirih hati.
Menggoreskan aksara membentuk serangkai kata.
Menggerimis...
Membawa maghnit tuk tatap mata yang menggemarinya, lalu menautkan hati menjadi lebih  hati-hati.

Main kata.
Main mata.

Tidak main-main walau sedang bersandiwara melukis rima.

Main kata, bermain-main dalam curahan hujan aksara.
Menawarkan sejuta rindu tuk hati yang merindu buai indah-Nya.
Mengajak berdansa syalalalala lalu melemparkan penat yang berdubi dubida ciya wakakakaka.
Makrifatkan cinta dikemahaan-Nya dalam metafora kata.

Antara aku kamu dan dia menjadi satu dengan mereka.

Main kata...
Tidak main-main dalam berkata-kata, walau hanya main-main bersama serangkaian aksara.
Karena kata adalah bicaranya diri saya terhadap anda.



hutan pinus 050911
bvb












Sabtu, 03 September 2011

Sebuah Dongeng Hari Raya

Sebuah dongeng.
Nyiur melambai-lambai di tepi pantai, diantara padang hijau terhampar subur terbentang seantero jagad raya, kalam-kalam tuhan barjajar rapi disana-sini, lelaki buta masih membisu bersama situli dan sipincang yang miskin.

Selamat hari raya dunia kita...

Perayaanmu adalah perayaanku, terkapar diantara bau-bau busuk yang tercium disana-sini, kuman-kuman menari diatas piring-piring emas sang durjana, lahap mulut mereka menikmati setiap yang pecah dilidah, karena ini adalah sebuah perayaanmu yang juga perayaanku.

Hilal masih juga malu-malu menutup hidungnya, cahayanya sedikit malas menyinari dunia yang telah bermetafora laksana kata-kata para pujangga.

Merah kuning hijau dilangit yang biru, walau pelukismu agung namun kami masih saja bingung dengan pameran indah terbentang, sebab itu semua bagaikan sajak inggris dibaca orang lokal yang teramat lugu total.

Aghh,
ini hanya sebuah dongeng hari raya kita,
mari nikmati sambil menari menutup bau yang menusuk lubang hidung ini,
semoga tak dengki,
selamat menikmati.

hutan pinus 031111 bvb

Jumat, 02 September 2011

Tanda-tanda Badai Matahari 2012

Seperti sudah lebih dari dua bulan ini kita disambangi oleh kemarau yang mana panasnya sangat luarbiasa. Bahkan untuk negara tropis seperti Indonesia sangat diluar dari normalnya suhu panas. Apakah ini tanda-tanda badai matahari yang diperkirakan datang pada akhir tahun 2012 telah tiba, entahlah. Yang pasti alam telah menugur kita untuk memperhatikanya. Semakin gundulnya hutan diberbagai wilayah diseluruh nusantara pada tiap tahunya semakin bertambah, semakin ditingkatkanya produksi kendaraan bermotor, gedung-gedung bertingkat yang dihiasi kaca, dan berbagai macam barang-barang elektronik yang memancarkan berbagai macam gelombangnya turut mempengaruhi rusaknya lapisan ozon bumi kita. Dan kitapun bangga tanpa menyadarinya. Apakah 2012 akan terjadi efek panas yang beberapa kali lebih hebat dari sekarang, entahlah. Sedangkan kita masih belum siap untuk semua itu, karena kita masih sangat asik menikmati aneka perdebatan para pemimpin kita, mulai dari pejabat negara sampai para ulama. Sampai-sampai kita lupa udara yang kita hirup semakin tak jelas kadarnya, iklim semakin tidak menentu dan bumipun semakin ingin menjadi matahari. Siapa yang salah, mari kita tanyakan pada sebatang rumput di halaman rumah kita, lalu tanyakanlah isi dalam dada kita. 2012 kiamatkah, sekali lagi tanyakanlah pada sebatang rumput atau semak belukar disekitar kita, jangan lupa tanyakan pula pada knalpot kendaraan bermotor kita. Allahualam bisawaf salam hijau berseri kuntilanak bvb

Nikmatnya Tri Som

Tak terasa langit yang sedari sore telah menurunkan hujanya. Tiga anak manusia kebasahan menuju kesebuah rumah yang sederhana milik salah satu dari mereka. Dua orang lelaki dan satunya lagi seorang wanita, yang kira-kira usia mereka sekitar 30 tahunan. Setelah memasuki rumah dengan kondisi basah kuyup, merekapun segera menuju kamar masing-masing. Satu persatu pakaian yang basah mereka tanggalkan dan segera menuju ke kamar mandi tuk membersihkan badan mereka. Selang 30 menit kemudian merekapun telah berkumpul di ruang tamu. Sang wanita nampak anggun menuju ruang dapur tuk menyiapkan tiga gelas teh panas dan gorengan yang telah dibelinya sepulang kerja. Tak lama kemudian ketiga anak manusia itupun menikmati suasana yang menusuk tulang dengan ditemani teh panas dan gorengan yang masih hangat. Masing-masing dari mereka bernama Tri Somarno, Tri Somarni, dan Tri Somardi. Wuah nikmatnya Tri Som ya, habis keujanan lalu ngangetin badan dengan yang anget-anget…hehehe… Sekian cerita gak jelas ini, hehe peace. Bvb

Kamis, 01 September 2011

Di atas pelangi

Menari-nari diatas pelangi, lalu melayang-layang keudara, melintasi cakrawala lemparkan penat, turun kebumi lalu duduk diantara kebun bunga yang berwarna-warni... bjb 021011 bvb

Minggu, 28 Agustus 2011

Puisi Gak Jelas

Sajaku lahir diantara selangkangan
bersama knalpot jalang yang meraung-raung tiada karuan

Teriak tapi bisu
sebab tubuh hanya membatu

¤¤¤¤¤

Aghh,
lelaki malam menjadi puisi, duduk bersandar di dinding-dinding kusam, menari-narikan imaginasi gundah gulana, tentang wanitanya yang telah menjadi mimpi, lalu menyapa rindu yang mulai cemas.

Yeachh,
lelaki puisi dipeluk malam, melontarkan kata yang berima, menawarkan perjamuan rindu kepada desah-desah nafas disetubuhi knalpot, ada niat tuk segera lelap, namun kekasihnya masih merayu dikelopak mata.

¤¤¤¤¤

Sajaku gelap ditelan malam
saat mimpi-mimpi ramadhan ditikam angkuh, lalu pergi dengan akunya, menuju surga fatamorgana, lantaran dusta terhampar berlebihan diatas meja makan bersama jerit papa yang kelaparan.

¤¤¤¤¤
gak jelas ni puisi, yaudahlah ngamen lagi…

Gombalisasi Wajah

Sayang,
wajah-wajah kita menghadap kearah tenggelamnya sang surya, penuh harap setelah cemas membuat gelisah hati kita. Manakala suguhan kopi kita masih terasa pahit, namun kita coba tuk tersenyum puas.

Aku tahu bahwa sore itu akan menuju malam, lalu kita pertaruhkan wajah-wajah kita kepada rembulan dan gemintang diatas langit.

Sayang,
lelaki malam duduk di ruang kosong, matanya menerawang keatas langit, lalu dia menangis sesenggukan, ketika didapatinya seraut wajah hitam menyerupai dirinya. Aku hanya bisa mengintipnya dari bilik risauku, dan kucoba tuk bertanya kepada atap dan jendela. Apakah matahari esok masih datang bersama kemunafikanku, padahal aku telah merasa mencuci tubuhku di kolam ramadhan.

Aghh,
aku sungguh tidak mengerti sayang, rasa lapar dan hausku telah memabukanku di kolam itu, aku lupa diri, rasaku semakin gemerlap mengalahkan gemintang.

Sayang,
satu syawal telah membuatku merasa takut, yeach, aku teramat takut dengan wajahku, seperti halnya seorang lelaki dalam ruang kosong itu. Ketika telah kusadari, bahwa gombalisasi telah kujadikan topeng tuk menyeduh kopi pahitku.

Aghh, entahlah…

Aku rasa langit dan dirimu lebih tau dariku.

Tak perlu kuharus bercerita kepada jiwa-jiwa disekitarku, tentang rasa kopi yang kunikmati di hari yang fitri, biarlah mereka mencium aromanya saja, sambil menatapku dengan senyum yang membalut luka.

¤¤¤¤¤
pinggir jalan 280811
bvb

Kamis, 25 Agustus 2011

Lebaran Uiii...

Suatu hari menjelang lebaran

Di sebuah keluarga berada.

” Mam, bentar lagi idul fitri nih, kapan kita shoping, kan tamu papi pasti banyak mam, masa gak ada persiapan.
” Aghh, sabar dikit kenapa non, THR papi belom keluar nih, ntar kalo keluar kita ke mall.

Di keluarga sederhana.

” Gak kerasa ya nyak puase mau habis, lebaran dong.
” Alah gaye lo tong, puasa lo juga belum tentu ikhlas dah pengen lebaran.
” Yeach nyak, kenape bilang gitu, emang nyak kagak mau mudik.
” Boro-boro tong mudik, buat sahur ntar malem aje nyak bingung, mau lo sahur ama nasi doang…
” Hehehe, iye ye nyak, ntar deh kita ke mesjid, pak haji nyediain sahur bersama ntar malem nyak…
” Kadang cerdas juga lo tong…

Di pinggir trotoar.

” Jiah, tumben nih terminal rame, ada apa ya?

Lelaki gondrong penuh tanya dengan tatapan terbengong-bengong. Tak berapa lama disapalah seorang pemuda yang melintas di hadapanya.

” Hay buooyy, mau kemane lo bawa tas gede bener…
” Jiah si om, pan lima hari lagi lebaran, mudiklah…
” Haaa…[ mlongo ].
” Kaga mudik om ?
” Mudik kemana, kampung gua udah ilang direndem lumpur buooyy…

Sang pemudapun diam seketika, tak terasa air matanya menetes disela-sela senyum ramahnya.

” Gua pamit dulu om, maafin canda gua tadi ya om.
” Hahaha, emang lo salah ape, hehe yaudah ati-ati ye.

*****
pinggir jalan 240811
boil

Minggu, 21 Agustus 2011

Aroma si Layla




Layla
Sungguh wangi aromamu, sehingga aku teramat lancang tuk mendapatkanmu atau sekedar menikmati aromamu itu.

Layla
Seringku mencoba tuk meminang rembulan, diatas ruang sempit dan pengap beratap logam tanpa plafon, lalu kucoba renungi sepi dalam benaku, aku coba tuk meresapi nyanyian jiwaku, achh, tak pantaslah kumerindumu, sebab pakaianku teramat dekil dan berbau Layla…

Layla
pernah suatu ketika kulempar tanya kepada gelas kopiku yang tak cantik, apakah bagus kusuguhkan padamu kelak, disaat kau datang tiba-tiba dikala aku sedang muak dengan gemerlap kebusukanku.

Teramat naif Layla…

Yeach, teramat naif itu.

Sedangkan aku selalu acuh dalam telanjangku kepada langit.
Sujudku teramat bodoh Layla, yeach teramat bodoh sekali dalam pengasingan diri. Sedangkan sekitarku banyak bunga yang layu, kucing yang sakit-sakitan lantaran tak ada sisa makanan tuk bertahan hidup.

Aku malu Layla…

Aku yakin Langit tak setuju caraku bermunajat, sedangkan Langit selalu meneteskan hujan sewaktu-waktu. Dan zikirku…achh, tak seirama dengan tingkah lakuku, aku palsu…

Layla
Sungguh kurindu wangimu dalan takaran galauku, dan aku teramat bodoh memahamimu.
Tak pantas aku merindumu, sebab kadar imanku belum seberapa pantas tuk sekedar mengkhayalkanmu. Namun aku sangat merindumu, walau sekedar mencium wangimu yang melintas dipenciuman batinku…

Teruntukmu Layla yang berkilau cahaya.

Pinggir jalan 220811
boil

Selasa, 16 Agustus 2011

nitip pesen

nitip pesen buat yang kebetulan mampir disini.

pesenya yaitu...kalau yang dulunya belum terkenal, trus sekarang terkenal, janganlah jadi sombong, oke...hehehe...

Senin, 08 Agustus 2011

Duh Gusti

duh gusti
hidupku teramat naif tuk berkesah
ketika rasa sesak dalam dadaku begitu terasa
lara dan luka bercampur dengan kecewa

duh gusti
telah begitu banyaknya kata-kata indah kulemparkan
berharap sang biduan dapat menyanyikanya
namun itu semua hanya kiasan kosong
dibanding kalimat-kalimatmu yang teramat megah dijagat raya

duh gusti
hamba tak pantas merindu aroma surgawi
sedangkan sumbang masih terlontar oleh mulut dan lidahku yang liar
tapi aku merindumu gusti
sebagaimana rindu layla terhadap majenun

oh gusti
ragaku teramat nakal menari-nari jalang
menceburkan diri dalam kubangan berlumpur
memainkan aneka rasa-rasa
namun sukmaku rindu pelukanmu
dan berharap rekat sepanjang waktu

¤¤¤¤¤
bjb 080811
by
bvb

Minggu, 07 Agustus 2011

Melempar Cemas

Mengendap-endap mencubit harap,
lalu membuang cemas yang telah lama meremas-remas bikin lemas.

Ouchh matahari…
Larimu cepat sekali, terkadang intuisi pagi tak terasa lupa terpatri tuk sebuah mimpi yang belum terpunguti.

Duhai hati, hati-hatiku tentang dirimu terhadap lakuku.

Ingin sekali kupaku adrenalinku pada putaran detik, agar lelah tak menyetubuhi raga.

Ouch tidak-tidak…
Aku lupa bukan malaikat yang tak suka merasa-rasa, aku anak cucu adam yang terkadang suka mendendam.

Putaran waktu harus seirama dengan otak kananku.
Agar duka lara cemas dapat kutitipkan kepada langit.
Dan aku…hahaha akan terbahak-bahak sepanjang hari…

¤¤¤¤¤¤¤¤¤
bjb07082011
by
bvb

Jumat, 05 Agustus 2011

Perahu dan Dermaga

duhay maharaja
kemesraanku telah merenggang padamu
bahkan nyaris putus di tikam asa yang diujung tanduk
dan ragaku telah asik menyetubuhi aneka rasa di ranjang foya-foya detik yang terus berdetak

aku tahu perahuku sedikit berlubang
dan itu telah berkali-kali aku menambalnya dengan lumpur di tepi dermaga
saat aku melabuhkan hasratku yang sedikit lelah
dan sesekali kuseka keringat yang memenuhi rongga pori batinku

duhay maharajaku yang mulia
aku tak mau berlama-lama di dermaga
biarkan perahuku terus berlayar mengarungi samuderamu yang terbentang
agar kelak dapat kurajut kembali tali tulusku terhadap mesramu
dan kulabuhkan rinduku diujung senja dengan berjuta senyum darimu

duhay engkau yang sempurna
perahuku sempat goyah dihantam ombak
namun khidir berpesan kepadaku jadilah bijak dan jangan mengelak sang ombak
walau perahu sedikit terkoyak

laksana matahari yang terbit dari timur dan tenggelam kebarat
terus berjalan dalam putaran detik yang tak peduli suara-suara gaduh disekitar
biarlah gaduhnya sumbang yang mengandung duka ditelan langit
dan kengerian hanya milik semak belukar

duhay kekasih pujaan hati
sukamaku telah semakin merindu tentangmu
walau sajadahku telah berdebu
namun rinduku tetaplah padamu
demi sebuah kepulanganku yang hanya milikmu

===============================
sair sumbang dari borneo pada 06 ramadhan 1432 hijriah
salam
boil

Selasa, 02 Agustus 2011

Bukan Kontemplasi

sepi kiranya waktuku, yeach, entah kenapa punggungku terlalu nyeri disaat kuhabiskan waktuku bersama pantat kecilku di depan layar 18 inci, perutku terus-terusan melirih tuk segera diakhiri percintaan belahan pantatku bersama kursi plastik tanpa sandaran.

aku tidak begitu mengerti tentang kesepianku, hanya sebuah cara saja yang aku tahu tuk melemparkan semua gundah itu, walau rintihan dalam perutku terus berdendang.

bukan karena cacing yang teriak-teriak tuk dikasih makan, atau angin nakal yang suka bermain-main di usus besar.

aku hanya kesepian di depan layar 18 inci bercahaya, jemariku asik menari-nari seiring kerlip mata dan bibir yang kadang tersenyum sendiri mengikuti buaian spasi.

achh...

aku hanya lelaki yang sedang menhan nyeri atas semakin menipisnya usus kecilku, hmmm, mungkin pangkreas dan lambung juga mulai berontak atas seringnya kemesraanku bersama pantat dan layar 18 inci plus kursi plastik.

tapi aku ingat kekasihku nun jauh disana
mungkin dia sedang tersenyum sendiri ketika mengingat sapa dari wajahku yang ternyata juga ganteng.

yeah...aku ganteng...

karena aku lelaki, aku pasti ganteng dan tidak cantik, karena aku lelaki yang suka kecantikan dan kemolekan tubuh wanita.

*****
lagi-lagi aku sedang gundah menanti kekasihku, sesekali kuseka keringat dari keningku yang isi kepalanya muter-muter gak karuan.

sekali-sekali kupegang perut sebelah kiriku, nyeri dan yeah kucoba menikmati yang sedang aku rasakan saat ini.

aku rindu bunga mawar, walau bayang-bayang kamboja senantiasa bergelayut bak kekasih paling setia setiap saat.

tidak tidak...ochh tidak jangan sekarang, aku masih rindu kekasihku di seberang pulau dibagian barat tempatku berpijak.

achh...

waktu terus melompat-lompat tiada hentinya, walau masa lalu sering terlihat diangkasa sana yang senantiasa berkelip-kerlip menghiasa malam-malam sepiku.

entahlah, sampai kapan kumenahan rintihnya si perut ini.

Jumat, 29 Juli 2011

Syair Sang Pendosa

bulan sabit muncul diantara hiruk dan pikuknya gumpalan awan
gemintang masih genit menyapa di kegelapan malam
suara-suara lantunan senandung hati memenuhi telinga-telinga batin seantero jagad raya
diantara mulut-mulut yang beraroma kasturi yang wajahnya bercahaya

duhay kekasih insani
duhay pujaan si hati
duhay sang pemilik berbagai macam keelokan
setiap hela nafasku dalam genggaman cinta kasihmu

detik waktu membawaku larut bersama intuisi semestamu
menyetubuhi setiap harapku tuk sebuah ridho darimu
melemparkan setiap keburukan sikap dan prasangka dari was-was kedalam api neraka
agar ramadhan dapat menempa keelokan jiwa

*****
achh…

aku hanyalah seorang pendosa penuh sandiwara
rasaku senantiasa kotori pakaianku
badanku penuh kurap-kurap duniawi
yang melarutkan menuju ke alam mimpi yang hanya ilusi

sayap-sayap kecilku hampir tak kokoh
terluka ditikam ria
tak sanggup berkepak-kepak bersama peri-peri di padang rumput nan hijau
karenaku telah jatuh dan terluka di bawah rindangnya arra

oohh…ramadhan
kucoba mencopot pakaian-pakain setan yang takaruan
mendarah daging membentuku laksana kotoran
meraih tawadhu dan meremuk redamkan segala kesombongan

kedua mataku sempat buta
dan telingaku teramat tulinya
namun kedua tanganku masih ingin membelai lembut wajah kasihnya
lewat haus lapar dan segala bisik tentang aneka nikmatnya rasa

ramadhan
hawamu sejukan pori-pori batinku
menamba segala kecacatan moralku sebagai manusia
menuju kembali sebagai arti dari seorang manusia seutuhnya

===============
Selamat menunaikan ibadah puasa ramadhan, semoga kemanusian kita kembali dalam keridhoan

salam

bvb

Manfaat Daun Jambu Biji


Jambu biji [ psidium guajava ] adalah jenis tanaman buah-buahan yang banyak mengandung manfaat bagi tubuh manusia, baik dikala sehat maupun sedang menderita sebuah penyakit.
Tanaman ini pertama kali ditemukan di daerah Brazil [ amerika latin ] lalu di sebarkan ke Indonesia melalui Thailand. [ wikipedia ]

Tanaman ini sangat mudah kita jumpai di seluruh pelosok negeri kita, mulai dari perkotaan hingga pedesaan. Buah ini banyak memiliki kandungan vitamin C, itu dapat dirasakan dari rasanya yang sedikit masam seperti jeruk. Jambu biji sangat cocok dinikmati dikala siang hari yang cuacanya panas, apalagi bila diolah menjadi just, wuah pasti kebayang bukan kesegaranya.

Selain buahnya yang segar dan banyak mengandung vitamin C, ternyata daunya juga bermanfaat tuk membasmi bakteri yang menyebabkan diare pada sistem pencernaan kita.

Caranya yaitu :

- ambil pucuk daun jambu biji seperti yang terlihat pada gambar diatas sebanyak 2-3 lembar
- cuci bersih pucuk daun yang telah di petik
- ambil garamsecukupnya [ terutama garam dapur beryodium ] sebagai penyedap rasa atau menyamarkan rasa asli daun plus membantu mengurangi sakit kepala.
- dimakan dengan cara dikunyah bersama garam [ seperti ngerujak ]

Selamat mencoba deh, semoga bermanfaat.

Kamis, 28 Juli 2011

Negeri Ngotjoleria


Iseng-iseng aja daripada gak ada kerjaan mending gua copas nih gambar yang pernah punya nilai tersendiri bagiku dalam belajar menulis homor yang sopan dan kreatif hehe...

Namanya Negeri Ngotjoleria.

Yang dipimpin oleh bagindang raja Andi Sukri Amal [ Bagindul ASA ] yang mana daripada gak kemana-mana punya permaisuri yang aduhai bohay namun dudul yang bernama Permaysuri Inge [ Tepatnya Ingdul alias inge dudul ] hahahahaaa...

Gitu aja dweh.

Merasa-rasa

aku adalah sesuatu yang sangat simpel bagimu
dari hamparan alam yang begitu perkasanya
dari putaran detik setiap saatnya
aku hanyalah setitik debu yang berterbangan

begitulah adanyaku
dari buaian-buaian mimpi-mimpi yang berkolaborasi dengan rasa
aku adalah cemas yang senantiasa merisau
sebab aku adalah bagian yang merasa-rasa

Rabu, 27 Juli 2011

Kenapa Eh Kenapa

Aku seringkali merasa heran, yeah, heran dan yang pasti pikir dan perasaanku selalu penuh dengan pertanyaan-pertanyaan yang gamblang. Tatkala aku memandang dari utara keselatan, dari timur menuju barat, semua penuh dengan tanda tanya.

Banyak tempat-tempat ibadah, banyak pula yang berbondong-bondong pergi tuk melaksanakanya. Namun kenapa, dan lagi-lagi selalu kenapa, ketika tiada jam tuk melaksana sesuatu ritual yang telah di wajibkan waktu tayangnya [ melaksanakanya ], selalu saja sama seperti orang-orang yang tidak pernah sama sekali melaksanakan sebuah ritual. Padahal sewaktu dalam rumah ibdah senantiasa khusuk dan saling tersenyum bila bertatap mata. Namun, lihatlah, ketika tetangga sedang terbaring sakit, memikirkan hutang yang menumpuk, mereka-mereka dengan cueknya melenggang begitu saja.

Bahkan dengan alasan pergi ketanah suci tuk melaksanakan kewajiban yang tertulis dalam agamanya, dia asik melenggang begitu saja ketanah suci, sedangkan dua rumah disampingnya sedang terbaring sakit, tidak sanggup rawat inap kerumah sakit karena tiada daya tuk membayar tingginya nilai sebuah perawatan yang layak bagi dirinya.

'' Achh, apakah Tuhan memerintahkan begitu bagi hamba-hambanya...?
'' Apakah sebuah ibadah ketanah suci itu begitu pentingnya daripada mengasihi sesama hamba Tuhan...??

'' Entahlah, semoga cerminku tetap utuh dan tak retak sedikitpun, dan semoga mataku tidak buta dan rabun dalam memandang diri, semoga egoku tak begitu besarnya tuk memfitnah Tuhan, dan semoga ibadahku tak meresahkan orang-orang dan bahkan mahkluk di sekitarku.

itu saja.

Selasa, 26 Juli 2011

Dokumentasi Iseng-iseng






Aslinya cuma iseng aja mindahin foto bulan november saat Louncing buku Melukis Langit karya Mak Kit Rose.

Yuhuu...im sory ye semuanya yang dah nyasar...hehe pisss....

Jumat, 22 Juli 2011

Ough yeach...



Achh...
tiap gigitan aksaramu mengingatkanku akan uniknya sebuah rasa dari sebatang es cream magnum...

Yeachh...
fiksi itu laksana ice cream, begitu digigit diapun memecahkan sebuah kenikmatan yang membawaku dalam kesegaran rasa, lewat rima-rima yang telah bermetafora

dan aku...
menikmatinya...

Selasa, 19 Juli 2011

Berpantun yuk

burung nuri hingga di dahan
dahanya hijau penuh dedaunan
tertusuk duri tiada menahan
ketika cinta tiada kemesraan

hahahayyy...

beli mangga manis rasanya
belinya di pasar minggu

pasti dideretan orang jual buah....

sepasang sendal satunya hilang
tiada beralas kaki melenggang

salah sendiri di taruh sembarangan, paling juga digondol anjing

yihaa iseng-iseng aja kok wexx :P

Senin, 18 Juli 2011

Prosa Melirih

sayang…
tadi malam bulan sangat begitu merah dipelupuk mataku, sungguh aku terlalu bingung tuk menterjemahkanya, saat itu perasaanku sedang berkecamuk diantara berjuta risau yang mengisi benak bersama gelisah yang memenuhi setiap rongga dadaku.

aku tidak sanggup menggoreskan satu bait syairpun kepadamu, atau sekedar menyapamu dan mengucapkan selamat beristirahat sayangku…

sayang…

mungkin sisa waktuku tak ada artinya sama sekali bagi sekelilingku.
namun aku mencoba memanfaatkanya tuk menjagamu disetiap hela nafasmu, aku masih begitu egoisnya tuk mengungkapkan segala kejujuranku tentang betapa tak mau kehilanganmu saat ini sayang

aku tahu cinta itu sangat sulit tuk aku pahami, namun aku mencoba belajar tuk menikmati setiap cirikhasnya yang terkadang membuat hatiku merasa perih karena goresan duri tajamnya, tapi aku mencoba menerimanya dan menikmati apa yang sedang aku rasakan saat ini.

sekali lagi sayang…
sisa waktuku tak akan aku sia-siakan tuk senantiasa berada di sisimu, memberikan yang terbaik bagimu, walaupun aku tidak harus menjelaskanya secara terperinci tentang segala pengorbananku kepadamu.
biarlah udara sekelilingmu yang menyaksikanya, karena aku yakin langit akan senantiasa merestui semua yang telah aku lakukan itu.

karena itulah yang bisa aku korbankan dari sisa waktuku kepadamu.
karena aku sangat menyayangimu, seperti aku menyayangi sisa masaku menikmati nafas yang dianugerahkan dari sang pencipta kepadaku, sebuah kekayaan yang sangat luarbiasa yang masih aku miliki saat ini, dan biarlah aku persembahkan tuk seseorang yang benar-benar aku sayangi, demi segala keutamaan tentang arti dari cinta dan kasih sayang terhadap sesama ciptaanya.

teruntukmu yang tersayang….

—————————————-

bjb19072011
by
bvb

Tentang Aku dan Segala Keanehanku

sungguh aku tak mengerti tentang diriku sendiri, terkadang aku merasa terpuruk diantara keceriaan disekelilingku, dan terkadang aku berteriak-teriak diantara gelapnya hari-hariku yang sepi.

aku terlahir dari keluarga yang tersisih dari sebuah keluarga ningrat, kedua orang tuaku terbuang dari kehangatan silsilah mereka, namun aku sangat bangga memiliki mereka, yeah, aku sangat bangga dengan ketegaran mereka berdua.

aku masih keturunan ningrat, namun apalah arti semua itu, semua hanya pakaian semu sebuah kehidupan yang penuh keegoisan.

beberpa keanehan dan entah apakah itu sebuah mukjijat bagiku selalu kutemui semenjak usia anak-anak.

aku sering melihat beberapa orang dengan memakai pakaian prajurit senantiasa mengikutiku, tampang mereka sangat menakutkan namun penuh kewibawaan dan kesetiaan.

dan pada saat aku beranjak dewasa, aku sering melihat bintang dari arah barat, dia seolah-olah tersenyum menatap kedua mataku yang menikmati kerlipnya, terkadang diapun menghampiriku dan menari-nari tepat diatas kepalaku.
dan disaat aku sedang bersedih, bintang itu memancarkan cahayanya, berwarna-warni penuh dengan keindahan, dan terkadang dia menunjukan ekornya yang penuh cahaya.

achh....

siapakah gerangan diriku ini, setiap penderitaan selalu saja aku nikmati bersama kegagalan-kegagalan yang menyapaku.

namun mereka telah membuatku merasakan sebuah kenikmatan yang sangat luarbiasa dalam hidupku, yaitu sebuah ketegaran yang sekuat baja.

entahlah...

siapa sebenarnya diriku ini ??

apakah aku seorang titisan dari para raja, atau aku seorang calon wakilnya yang kelak akan diutus mengajarkan sebuah arti kehidupan yang sebenarnya kepada sesamaku.

entahlah...

yeah...entahlah...

yang pasti aku bukanlah siapa-siapa, dan aku hanya seorang lelaki hina.
itu saja.

Rabu, 13 Juli 2011

Reinkarnasi Kisah

Lastri diam membisu di sudut malam, tatapnya kosong menatap langit-langit kamarnya. Sejenak dia melirih pelan .

” achh…malam, kenapa kenapa aku jatuh cinta lagi…

” tapi biarlah, sebab suamiku sering mendua di belakangku, dan aku, yeah, aku hanya sebagai pelengkap status dalam ktp dia.

Dan di suatu tempat yang berbeda, seorang pemuda lajang sedang memandang langit yang di penuhi bintang, sebuah gitar dan sebungkus kretek menemani kesendirianya. Sesekali dia berbicara kepada langit malam.

” oh langit, kenapa aku harus menjadi yang kedua…

” tapi aku jatuh cinta kepadanya, apakah aku telah berdosa…??

” achh, entahlah, aku bukan Ken Arok, tapi kenapa ceritaku sama…?

Dalam pelukan malam mereka saling berbicara kepada sepi, detak jantung mereka semakin tak terkendali, gelisah dan rindu senantiasa menghasut kalbu.

” Lastri…

Lirih Fandy pelan, dan diambilnya gitar disampingnya tuk sekedar mengusir gelisah dibenaknya. Sedangkan wanita bersuami itu hanya sanggup menatap keluar jendela.

” Apakah cerita kendedes terulang kembali kepadaku…

” Entahlah…

” Yang kurasa saat ini adalah rasa bahagia yang tidak pernah kudapatkan sebelumnya bersama suamiku.

” Achh, langit, bantulah aku…

————–sekian———–

terinspirasi dari cerita Kendedes dan Ken Arok

selokan banjarbaru

by

bvb

Singosari dalam Roman Picisan

” Nama saya Ken Arok, ya saya Ken Arok.

Ucap seorang pemuda kepada sosok wanita bertubuh sintal berparas ayu. Wanita itupun membalas dengan senyuman khasnya yang menggoda.

” Saya Kendedes…

Sahutnya sambil mengulurkan telapak tanganya. Seketika itu terasa bedesir seluruh aliran darah sang pemuda tampan, matanya tak henti-hentinya menjelajahi setiap inci lekuk tubuh wanita di hadapanya. Perasaanya bergetar hebat seketika, gairah lelakinya seolah-olah tertarik medan maghnit yang begitu kuatnya.

Kemudian mereka duduk berhadapan, mata pemuda itu masih belum ingin lepas menelanjangi sosok bidadari di hadapanya. Nampak indah dan sempurna ketika wanita itu menyilangkan kaki kirinya yang bertumpu diatas kaki kananya, dengan balutan rok mini nampak begitu indah dan mulus bentuk paha yang begitu kencang. Nafas pemuda itu kian tak terkendali lagi ketika sosok dihadapanya menatapnya semakin genit, bentuk bibir yang merekah dengan sorot mata yang tajam dan nakal.

” Silahkan di minum mas.

Ucap wanita itu mencairkan kebekuan suasana, pemuda itupun mencoba mengatur sikapnya seketika.

” Boleh saya merokok ?
” Saya juga merokok Mas, silahkan…

Ken Arok masih terbius oleh suasana di hadapanya, walau sebatang rokok telah dia nikmati, namun sosok dihadapanya membuat naluri lelakinya semakin tak terkendali saja.

” Sebenarnya niat saya kesini hanya tuk mengetahui keadaan Nyai saja, saya di perintahkan oleh tuan tuk menjaga Nyai.

” Ooo…terus tuan sedang berada di mana sekarang, pasti sedang asik dengan istri-istri barunya ya, hmmm…

” Tidak Nyai, tuan sedang mengurus proyeknya di Jawa Tengah, jadi tujuan saya kemari untuk menjaga keselamatan Nyai, itu saja.

” Oh ya, wuah saya sangat senang di jaga oleh pemuda setampan kamu si…oh ya siapa tadi ?
” Ken Arok Nyai.
” Oh ya Ken Arok, maklumlah aku terpesona melihat ketampananmu Arok.

Ken Arok hanya diam saja, ternyata bukan dia saja yang terpikat oleh kecantikan Kendedes, namun ternyata ada angin segar yang begitu menyejukan perasaanya seketika.

” Kok diam, pasti lagi menghayal tentang aku ya…

Arok terkejut di buatnya, dia hanya sanggup tersenyum, rupanya wanita di hadapanya mulai mengetahui gelagatnya.

” Ya Nyai, kamu begitu cantik dan luar biasa, sangat di sayangkan suamimu sering meninggalkanmu sendirian.
” Ha ha ha ha…Arok Arok, kamu memang pandai juga ternyata ngegombal ya…
” Achh, tidak juga, aku hanya mengutarakan yang sebenarnya.
” Sudahlah, yang jelas kita nikmati suasana hari ini, silahkan di nikmati kopinya.

Suasana pertemuan yang begitu mengesankan buat sosok pemuda keras seperti Arok, semula dia tidak pernah merasa begitu tergoda oleh wanita-wanita disekitarnya, namun entah kenapa ketika bertemu dengan sosok di hadapanya dia seakan-akan di buatnya mabuk kepayang.

*****
Sama halnya yang telah dialami Ken Arok, wanita bersuami itupun merasakan gejolak hati yang luarbiasa dari sebelumnya. Namun dia bisa menyimpan semua ketika bertemu Ken Arok. Hari-harinya yang semula biasa saja kini telah berubah, perasaan rindunya semakin tak terkendali saja, hanya ada bayangan Arok dibenaknya saat ini.

” Achh, apa yang telah terjadi kepadaku ?! Gumamnya dalam hati.
” Suamiku, apakah aku harus meninggalkanmu, hmmm…sepertinya aku lebih merasa bahagia bila dengan seseorang yang senantiasa ada di sampingku, walaupun sederhana.

Diapun berpikir sejenak tuk menemui Arok di seberang tempat tinggalnya. Namun sebelum dia melankah keluar ternyata pemuda itu telah berada di teras rumahnya.

” Arok, ada apa malam-malam begini di teras rumahku ?
” Aku tidak bisa tidur Nyai, bolehkah aku berbicara sesuatu kepadamu.

Wanita itupun mempersilahkan pemuda lajang itu duduk di kursi terasnya. Raut wajahnya penuh dengan kerinduan yang teramat besar, namun dia berusaha tidak menunjukanya kepada Arok.

” Nyai, aku menyukaimu…ungkapnya sedikit terbata-bata.
” Benarkah Arok…?!
” Benar Nyai, aku mungkin telah jatuh hati kepadamu.

Kendedes hanya sanggup menatapnya, hanya sorot matanya yang sanggup berbicara saat itu, sedikit berkaca-kaca dan kemudian diapun harus membalas ungkapan pemuda dihadapanya itu.

” Arok, aku telah bersuami, dan aku adalah istri dari tuanmu sendiri, tapi Arok, akupun merasakan sama seperti yang telah kamu rasakan.
” Aku mengerti Nyai, tapi aku tidak harus memaksamu tuk membalas cintaku.
” Apa yang kamu harapkan dari wanita yang telah bersuami sepertiku arok, kamu seorang lajang, wajahmu tampan, mungkin masih banyak gadis cantik yang menyukaimu…
” Tidak Nyai, aku hanya terpikat padamu, entahlah Nyai, perasaanku tidak sanggup kusimpan lebih lama lagi.
” Baiklah Arok, akupun juga telah menyimpan perasaan ini semenjak hari itu, tapi aku terus mencoba menepisnya, karena aku sadar siapa diriku.

Suasana malam itu begitu mengahrukan, sepasang insan saling mengutarakan sebuah perasaan yang sama, namun was-was menjadikan mereka seolah-oleah risau dan takut. Rasa bersalah terus bergelayut di kedua belah pihak bersama rindu yang selalu bergejolak setiap saat.

——-sekian aja deh——–
sebuah cerita dari sejarah percintaan Ken Arok dan Kendedes yang sengaja saya rekayasa, mohon maaf bila banyak kekeliruan, karena saya hanya ingin menyampaikan dengan cara yang berbeda.

selokan banjarbaru pada 14 juli 2011
by
bvb

Jumat, 08 Juli 2011

Heterogen



Satu itu banyak
banyak itu satu
satu di tambah satu sama dengan heterogen
dan semuanya indah



Dermaga Asa

berlabuhku di dermaga asa

menatap cakrawala penuh aneka rasa yang merasa-rasa

egoku diam seribu bahasa

terpaku menatap putaran waktu

aku di sini hanya sanggup mengadu

kepada langit dan segala isi semesta

dari terbitnya matahari hingga senja mengulurkan tanganya

walau letih namun ku masih bisa menghela sisa nafas

achh...

senyum-senyum kepadaku ternyata palsu

mereka hanya topeng tuk menikamku saat kulengah

dan aku...telah tahu itu...

-----------------------------

selatan borneo tuk istriku tercinta

by

Selasa, 05 Juli 2011

Romantika Kebejatan

setuang demi tuangan telah habis
botol-botol mulai bergelimpangan
namun resah masih saja tak beranjak pergi
hanya aroma menyengat dan berat di kepala yang tertinggal

akupun hina
akupun zolim
akupun mati

berawal dari sebuah bayang-bayang
lalu menangkap bayang-bayang
semua menyatu menjadi bayang-bayang
dan menghilang bersama bayang-bayang
asapun hilang

aku ingin pergi
menjemput sepi
tak ingin kembali lagi
dan meninggalkan sunyi

suara-suara dari langit seolah memecahkan daun telingaku
berharap setitik ilmu yang membantuku tuk menterjemahkanya
lalu merobek semua gelisah yang membungkus harapku
dan bermunajad sepi mengungkap semua tanya tentang cemas

perahuku sedikit retak
namun sisa-sisa energiku membuatku dapat bertahan
membentangkan layar yang terkoyak
dan berharap bayu berhembus menuntunku kesebuah dermaga kemenangan

achh….

botol-botol itu kini telah menjadi sebuah romantika tercantik
akan kubingkai bersama catatan-catan kebejatanku di tepi pantai
agar kelak kuingat selalu
bahwa kotor terlebih dahulu membuat mandiku terasa segar dan menyehatkan

yeachh….
begitulah….

————————-
pinggiran trotoar di selatan borneo
by
bvb

@ No copy-paste

Sabtu, 02 Juli 2011

Tentang Aku dan Maya

aku adalah sebuah cerita yang tergores lewat sebuah pena maya, setiap kata-kataku belum tentu dapat dipercaya, namun alangkah baiknya jika aku bisa berdiskusi dengan beberapa tatap mata.

saat aku bermuram durja, sepi diantara ribuan-ribuan sanjung puji, aku memilih tuk berilustrasi, memainkan notasi-notasi lara hati, berkaraya tanpa harus saling mencela, karena aku bukanlah siapa-siapa.

achh...

aku lebih suka mendesah, di saat keresahan mencoba menyetubuhi ruang cemasku, lalu aku mencoba tuk bermetafora lewat narasi-narasi sumbangku, berdiskripsi dari tatap mata lalu mencoba tuk mengajak setiap tatap mata tuk berpesta dalam setiap irama-irama aksara yang mungkin saja membuatmu bergelaktawa.

begitulah tentang aku dan maya.
entahlah dengan dirimu, mereka atau kalian-kalian semua yang berenang dalam sungai-sungai aksara tanpa suara.

Kamis, 30 Juni 2011

Lesehan

Irama Campur sari telah larut bersama secangkir kopi jahe, di bawah langit malam yang penuh bintang, terdengar merdu mendayu-dayu seiring belaian bayu malam menyentuh pori-poriku. Suasana santai di atas hamparan tikar diantara lalu lalang dan hingar bingar kehidupan trotoar.

'' Ahh, sungguh nikmat rasa kopi ini, sedikit kental dan tidak terlalu manis, sehingga rasa jahenya begitu menusuk dilidah dan hangatnya memenuhi langit-langit mulutku serta seisi kerongkongan dan perutku.

Dua orang wanita cantik sedang asik berbincang di hadapanku, mata mereka seindah bola kelereng yang bening, dengan rambut hitam tergeray, bibir tipis mereka begitu asik di pandang, walau tak henti-hentinya menikmati hidangan berupa gorengan dan beberapa menu khas lesehan lainya. Ditambah body mereka yang nampak indah di balut kaos ketat dan celana jeans yang membentuk keindahanya. Akupun semakin di buat penasaran saja, tak berapa lama kucoba tuk mendekati mereka, daripada duduk menikmati malam yang cerah seorang diri.

'' Mbak-mbak, saya boleh ikut ngumpul dengan sampean berdua gak, lagi gak ada teman ngobrol nih. Sapaku tanpa malu-malu kepada dua wanita cantik di hadapanku.

'' Oh boleh kok Mas, monggo silahkan duduk disamping saya. Ucap salah satu dari mereka dengan senyum berpoles candanya.

Memang benar-benar cantik dua mahkluk Tuhan di hadapan saya ini, mereka begitu ramah dan mempunyai selera humor yang luar biasa. Pantas saja wajah mereka senantiasa begitu cerah dan mempesonanya. Aku bagai di buatnya kesengsem seketika [ terpikat red, hehe ]

‘’ Mbak-mbak ini punya bakat jadi pelawak ya, dari tadi becanda melulu hehe…

‘’ Yee, masak cantik-cantik gini di bilang jenis tanaman, yang buat di bikin jamu itu toh…?

‘’ Itukan temulawak Mbak..

‘’ Bukanya temulawak itu jenis binatang yang suka makan kopi ?

‘’ Itu luwak mbakyuu…

‘’ Ha ha ha ha ha ha…..

Semakin asik saja suasana mala ini, tak terasa kopi jahe sudah nyaris habis seiring bergantinya tembang campur sari yang telah berubah menjadi alunan boshanova versi bengawan solonya Lisa Ono. Memang tak harus keluar banyak biaya tuk sekedar mencari sarana menghibur diri di kala malam, hanya bermodalkan sepuluh ribu rupiah, aku bisa menikmati suasana yang begitu menghibur suasana hati yang semula gundah gulana di pinggir trotoar, dan rupanya aku sangat beruntung bisa di hibur oleh gadis-gadis cantik yang berselera humor tinggi [ ceritanya sambil melamun ngedumel dalam hati ].

‘’ Dorr…kenapa melamun, pasti lagi menghayal tentang kami yang sedang mandi ya. Ucap salah satu wanita di hadapanku seketika, aku hanya tersenyum sedikit menahan tawa.

‘’ Wuah angin segar nih, balasku seketika.

‘’ Emangnya tahan ya melayani kita berdua Mas Bro, hehe…

Aku hanya bisa tersenyum dengan pikiran yang mulai kotor [ malam semakin tinggi, maklum aja hehe ]

‘’ He he he… gak ahh, nanti ada yang marah gimana…??

‘’ ?????

‘’ Ha ha ha ha ha… serentak tawa mereka mengejutkanku.

‘’ Yaudah Mas Bro, kami mau undur diri dulu, udah gak nahan nih, sampean tadi pesen apa aja, biar aku yang bayarin hehehe…

‘’ Wuah, kebetulan sekali mbak, ‘’oops’’, eh maksudnya gak usah mbak, sayakan laki-laki mbak, masa di bayarin sama wanita.

‘’ Ahh, gak penting, sudah uangnya buat beli rokok aja Mas Bro, kami pergi dulu ya.

‘’ Ooohh, monggo, terimakasih ya mbak…

‘’ Ahh, memang nasib lagi mujur nih malam.

Aku mencoba tuk bangkit dari tempat duduku, aku coba mengantarkan mereka menuju ketempat mobil mereka terparkir, tak berapa lama merekapun masuk dan segera menutup pintu mobil, aku masih sempat melihat lambaian tangan mereka dari seberang jalan. Aku mencoba tuk memastikan ketempat lesehan tersebut, apakah sudah memang benar-benar dibayar pesananku tadi.

‘’ Permisi Paklek, berapa ya, jumlah pesananku tadi ?

‘’ Oo sudah di bayarin Mas sama Mbak Marini tadi, sampean temenya toh mas, Mbak Marini sama Mbak Lesty tadikan pasangan Mas…

Akupun terkejut dengan ucapan pemilik lesehan tersebut, lalu akupun tersenyum kepadanya seraya mengambil sebatang rokok dari dalam saku bajuku dan mengucapkan terimakasih.

Jumat, 17 Juni 2011

Alibi Rindu

dimensi rindu

sayang, sore ini aku duduk diteras depan rumahku
seperti biasanya aku suka memandangi pohon jambu yang mulai berbuah
dan beberapa bunga-bunga di pekarangan
hatiku semakin tentram ketika pandanganku terpaku pada teratai di dalam kolam ikan

sayang, aku mencoba memainkan gitar disampingku
tapi aku lupa letak kuncinya
lagi pula satu talinya sudah nyaris putus
aku takut sumbang bila kupetik nantinya

sayang, sepertinya bayu di kala sore yang teduh ini sedang bercerita kepadaku
tentang dirimu yang dulu duduk dihadapanku
aku memegang kitab suci alqur’an
dan dirimu memegang tripitaka yang mendamaikan suasana

sayang, bayu masih mengajaku bercerita tentang dirimu
tentang secangkir kopi yang dulu senantiasa kau seduh untuku
lalu kita minum berdua sambil menatap gereja di depan mata kita
yang disampingnya terdapat sebuah mushala yang indah dan bersih
dan terkadang kita memetik gitar yang senantiasa tergelatak di sampingku ini

sayang…
aku tidak mengerti kini tentang rinduku
kata para pujangga, sebuah rindu ada karena ada sebuah perasaan yang menggelora
yeach, sebuah perasaan antara aku dan kamu yang telah terbiasa bertemu

sayang…
tapi rasa rindu ini hanya sebuah alibi
aku masih takut tuk memainkanya kembali
seperti senar gitar yang nyaris putus disampingku ini

begitulah sayang
seperti kini secangkir kopi harus kuseduh sendiri
sambil menatap fotomu
dan sesekali kupanjatkan doa tuk peristirahatanmu di bawah pohon kamboja
berharap kau masih setia tersenyum bersama udara

——————-
selatan borneo 17062011
bvb

[ ilustrasi : blogwordpress ]


@ no copas

Rabu, 15 Juni 2011

Sindrom sexual

penelope menggoda isi kepala, memaksa isi dalam celana bergerak-gerak ingin segera melepaskan penatnya, saat kedua payudaranya menyembul dibalik kaus ketat, dan mulus kulit pahanya berkolaborasi dengan pantat yang begitu menggoda terbungkus rok mini yang lebih satu kilan diatas lutut.

achh...

sindrom sexual masih begitu kental saat wanita berbody gitar spanyol mengenakan pakaian yang sepertinya telanjang.

achh...

lelakiku masih sempurna
syukurlah

--------------------
pinggir trotoar 16062011